Jayapura – Komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia terus ditunjukkan oleh Fakultas Hukum Universitas Doktor Husni Ingratubun (UNINGRAT) Papua melalui kegiatan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027 kepada jajaran Kepolisian. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan institusi penegak hukum di Papua, khususnya dalam mendorong peningkatan kualifikasi pendidikan aparatur.
Sosialisasi yang berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh antusiasme tersebut dihadiri oleh Wakapolres Keerom beserta sejumlah pejabat utama dan anggota. Kehadiran pimpinan Kepolisian ini mencerminkan dukungan nyata terhadap pentingnya pendidikan tinggi sebagai bagian dari pengembangan karier dan profesionalitas anggota.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum UNINGRAT Papua, Assoc. Prof. Dr. Hj. Fitriyah Ingratubun, menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas individu maupun institusi. Menurutnya, tantangan penegakan hukum dewasa ini semakin kompleks dan multidimensional, sehingga memerlukan aparatur yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara intelektual dan etis.

“Pendidikan tinggi adalah fondasi penting dalam membentuk aparat penegak hukum yang profesional, berintegritas, dan memiliki kemampuan analisis yang kuat. Ini bukan hanya tentang gelar akademik, tetapi tentang peningkatan kapasitas diri untuk menjawab tantangan zaman serta memperkuat karier dan kesejahteraan,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa Fakultas Hukum UNINGRAT Papua membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anggota Kepolisian untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2) Ilmu Hukum. Program studi dirancang dengan kurikulum berbasis kompetensi yang menekankan keseimbangan antara teori dan praktik. Mahasiswa tidak hanya dibekali pemahaman normatif terhadap peraturan perundang-undangan, tetapi juga analisis kasus, teknik argumentasi hukum, serta pendekatan problem solving yang relevan dengan dinamika penegakan hukum di lapangan.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sistem pembelajaran di UNINGRAT Papua bersifat adaptif dan fleksibel. Skema perkuliahan disusun untuk mengakomodasi kebutuhan anggota Kepolisian yang tetap aktif menjalankan tugas kedinasan. Penjadwalan yang terstruktur, metode pembelajaran partisipatif, serta dukungan akademik yang berkelanjutan diharapkan mampu mendukung keberhasilan studi tanpa mengganggu tanggung jawab profesional. Dalam kesempatan tersebut, Wakapolres Keerom menyampaikan apresiasi atas inisiatif Fakultas Hukum UNINGRAT Papua yang hadir langsung memberikan sosialisasi kepada jajaran Kepolisian. Ia menilai bahwa peningkatan kapasitas akademik anggota akan berdampak signifikan terhadap kualitas pelayanan dan penegakan hukum di tengah masyarakat.

“Anggota yang memiliki latar belakang pendidikan hukum yang kuat tentu akan semakin percaya diri dalam menjalankan tugas. Ini juga menjadi bagian dari pengembangan karier sekaligus penguatan institusi,” ungkapnya.
Suasana sosialisasi semakin hidup ketika sesi diskusi dan tanya jawab dibuka. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait mekanisme pendaftaran, persyaratan administrasi, sistem evaluasi akademik, hingga peluang pengembangan karier setelah menyelesaikan pendidikan. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai sarana peningkatan kompetensi dan profesionalitas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan antara UNINGRAT Papua dan institusi Kepolisian. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu melahirkan aparatur penegak hukum yang unggul secara akademik, kokoh dalam integritas, serta mampu menjawab tantangan hukum secara objektif dan berkeadilan.
Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 kini resmi dibuka. Fakultas Hukum UNINGRAT Papua mengajak seluruh anggota Kepolisian yang memiliki semangat untuk berkembang agar tidak menunda kesempatan ini. Pendidikan adalah langkah nyata menuju masa depan yang lebih profesional, berdaya saing, dan bermartabat—bagi diri sendiri, institusi, maupun masyarakat yang dilayani.

